Saya Melly Artika Retponingtias, Calon Guru Penggerak Angkatan 7 dari SDN Semampir I Kabupaten Probolinggo.
Dalam pembuatan jurnal dwi mingguan ini saya menggunakan Model refleksi 5M diadaptasi dari model 5R (Bain, dkk, 2002, dalam Ryan & Ryan, 2013). 5M terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Mendeskripsikan (Reporting): menceritakan ulang peristiwa yang terjadi.
Pendidikan guru penggerak sudah dilalui mulai dari Paket Modul 1, Paket Modul 2, dan Paket Modul 3.
Modul 1 yaitu Paradigma dan Visi Guru Penggerak terdiri dari:
1. Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional-Ki Hadjar Dewantara
2. Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
3. Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
4. Modul 1.4 Budaya Positif
Modul 2 yaitu Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid terdiri dari:
1. Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
2. Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
3. Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik
Modul 3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah terdiri dari:
1. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin
2. Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
3. Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
2. Merespon (Responding): menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil saat peristiwa berlangsung.
Selama menjalani pendidikan guru penggerak banyak ilmu yang saya pelajari sehingga saya bisa menerapkannya di kelas dan di sekolah saya. Bersama Pengajar Praktik, Fasilitator, Instruktur, dan rekan Calon Guru Penggerak saling berkolaborasi untuk mendapatkan suatu pembelajaran yang bermanfaat bagi kita semua.
3. Mengaitkan (Relating): menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki.
Materi yang ada di dalam pendidikan guru penggerak dapat saya implementasikan dengan terus berkolaborasi bersama warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid.
4. Menganalisis (Reasoning): menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa, untuk mendukung analisis tersebut.
Sebagai pendidik saya pun memahami bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berpihak pada murid. Guru memfasilitasi murid untuk menjadi insan yang bahagia dan berkarater profil pelajar pancasila.
5. Merancang ulang (Reconstructing): menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
Untuk ke depannya saya akan terus mengembangkan ilmu yang saya dapat dari pendidikan guru penggerak dengan terus berkarya dan membuat program-program yang berdampak positif bagi murid. Selain itu saya akan menggerakkan guru-guru supaya mereka tergerak untuk bergerak melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Demikian Jurnal Refleksi Dwi Mingguan saya. Tetap semangat Terus Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan untuk Merdeka Belajar dan Mengajar.

Post a Comment